Teknik Pembuatan Peta Tematik Menggunakan QGIS untuk Pemula
Dalam era data spasial yang semakin penting untuk pelayanan publik dan perencanaan pembangunan, kemampuan membuat peta tematik menjadi salah satu kompetensi kunci. Bila instansi Anda ingin memperkuat kapasitas dalam hal ini, pelatihan seperti Training Peta Tematik dan SIG untuk Peningkatan Pelayanan Publik memainkan peran penting sebagai pijakan strategis bagi pemanfaatan peta dan SIG. Artikel ini menyajikan panduan lengkap—mulai dari pengenalan hingga pembuatan peta tematik menggunakan QGIS, software gratis dan open-source—dengan gaya bahasa profesional, edukatif, dan mudah dipahami.
Pengantar Peta Tematik dan QGIS
Peta tematik adalah peta yang difokuskan pada satu atau beberapa tema spesifik, misalnya sebaran fasilitas layanan, aksesibilitas, zona rawan bencana, atau tingkat pelayanan publik. Dengan peta tematik instansi publik dapat melihat “di mana” terjadi ketimpangan atau kebutuhan layanan.
QGIS (Quantum GIS) merupakan salah satu perangkat lunak SIG yang populer karena bersifat open‐source, dapat digunakan di berbagai sistem operasi, mendukung banyak format data, serta memiliki komunitas yang aktif.
Dengan gabungan konsep peta tematik dan QGIS, instansi atau pengguna pemula dapat mulai menghasilkan peta yang informatif dan aplikatif.
Mengapa Instansi Perlu Menguasai Pembuatan Peta Tematik dengan QGIS
Beberapa alasan utama mengapa pembuatan peta tematik menggunakan QGIS penting untuk instansi publik antara lain:
-
Memungkinkan visualisasi kondisi wilayah secara spasial: terhadap layanan publik, aksesibilitas, potensi, dan tantangan.
-
Mempercepat analisis spasial: QGIS menyediakan alat seperti buffer, overlay, klasifikasi yang membantu menghasilkan peta tematik.
-
Biaya relatif rendah: karena QGIS gratis, instansi dapat menjalankan peta tematik tanpa harus membeli lisensi mahal.
-
Mendukung transparansi dan akuntabilitas: peta tematik bisa dipresentasikan kepada pemangku kepentingan atau masyarakat agar kondisi wilayah terbuka secara visual.
-
Merupakan bagian penting dari pendekatan layanan publik berbasis data, yang selaras dengan program utama pelatihan tadi.
Kalau instansi Anda belum memiliki kemampuan membuat peta tematik atau menggunakan SIG, maka memulai dengan QGIS adalah langkah strategis.
Persiapan Awal Sebelum Membuat Peta Tematik di QGIS
Sebelum membuka QGIS dan mulai membuat peta, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan agar proses berjalan lancar.
Daftar Persiapan
-
Tentukan tema peta: misalnya “akses layanan kesehatan”, “sebaran sekolah”, “zona rawan banjir”, atau “kepemilikan fasilitas publik”.
-
Kumpulkan data spasial: batas administrasi (kecamatan, kelurahan), jaringan jalan, fasilitas publik, sungai, zona bencana, dll.
-
Kumpulkan data atribut/non-spasial: jumlah penduduk, jarak ke fasilitas, tingkat layanan, waktu tempuh, kategori fasilitas.
-
Tentukan format dan proyeksi: pastikan data menggunakan sistem koordinat yang konsisten (contoh EPSG:4326 atau lainnya sesuai wilayah).
-
Unduh dan instal QGIS dari situs resmi.
-
Siapkan layout peta dasar (basemap) atau layer peta dasar (contoh: peta jalan, citra satelit) untuk latar peta tematik.
Tabel berikut merangkum persiapan tersebut:
| Persiapan | Keterangan |
|---|---|
| Tema Peta | Pilih variabel/tema yang relevan dengan layanan publik atau pembangunan wilayah |
| Data Spasial | Layer vektor/polygon titik, garis, poligon (misalnya batas wilayah, jalan, fasilitas) |
| Data Atribut | Tabel data non‐spasial yang mengandung informasi numerik/kategori (misalnya jumlah penduduk) |
| Proyeksi & Format | Sistem koordinat yang konsisten, format file (SHP, GeoJSON, CSV) |
| Software & Baseline | Instal QGIS & siapkan peta dasar untuk latar peta tematik |
| Kelompok Kerja | Tentukan siapa akan mengerjakan, siapa memverifikasi, siapa menggunakan hasil peta |
Dengan persiapan yang baik, pekerjaan membuat peta tematik akan jauh lebih efisien dan tepat sasaran.

Belajar teknik pembuatan peta tematik menggunakan QGIS untuk pemula agar instansi dapat mendukung layanan publik berbasis lokasi.
Langkah‐Langkah Membuat Peta Tematik Menggunakan QGIS
Berikut panduan rinci bagi pemula untuk membuat peta tematik di QGIS. Setiap langkah dibagi agar mudah diikuti bahkan oleh pengguna yang belum terbiasa.
1. Memulai Proyek Baru
-
Buka QGIS, kemudian pilih Project → New.
-
Simpan proyek dengan nama yang menggambarkan tema peta (misalnya “PetaTematik_LayananKesehatan.qgz”).
-
Atur pengaturan proyek seperti sistem koordinat (CRS) yang sesuai wilayah kerja.
2. Menambahkan Data Spasial dan Data Atribut
-
Layer → Add Layer → Add Vector Layer untuk shapefile atau GeoJSON.
-
Layer → Add Layer → Add Raster Layer untuk peta dasar atau citra satelit.
-
Pastikan data atribut (misalnya CSV) yang berisi variabel tema telah di-join ke layer spasial jika perlu (Join Attributes).
-
Contoh: fasilitas kesehatan dalam layer fasilitas + tabel jumlah kunjungan.
3. Membersihkan dan Mengatur Data
-
Pastikan tidak ada fitur duplikat, geometri invalid, atau nilai kosong yang penting.
-
Verifikasi bahwa sistem koordinat semua layer sama agar overlay berjalan dengan baik.
-
Rename field yang relevan agar mudah digunakan dalam simbolisasi.
4. Membuat Analisis Spasial (jika diperlukan)
-
Buffer: gunakan jika tema peta misalnya “zona layanan dalam radius X meter dari fasilitas”.
-
Overlay/Intersect: jika ingin menggabungkan layer (contoh: wilayah dengan kepadatan tinggi + fasilitas kurang).
-
Klasifikasi: ubah atribut numerik menjadi kategori (contoh: rendah, sedang, tinggi).
5. Simbolisasi dan Visualisasi Tema
-
Klik kanan layer → Properties → Symbology.
-
Pilih jenis simbolisasi: Single symbol, Graduated, Categorized.
-
Atur palet warna yang mudah dibaca (contoh: hijau untuk akses baik, kuning untuk sedang, merah untuk kurang).
-
Tambahkan label jika perlu (klik tab Labels → aktifkan Single Labels → pilih field yang akan ditampilkan).
6. Menambahkan Elemen Peta (Legenda, Skala, Panah Utara)
-
Dalam Project → New Print Layout, beri nama layout dan tambahkan:
-
Peta (Add Map)
-
Legend (Add Legend)
-
Scale bar (Add Scale Bar)
-
North arrow (Add Picture atau Add Arrow)
-
Judul peta, sumber data, tanggal peta.
-
7. Mengekspor Peta Tematik
-
Setelah layout selesai, pilih Layout → Export as PDF atau Export as Image (PNG/JPG).
-
Simpan dengan resolusi yang sesuai untuk publikasi atau presentasi.
8. Integrasi Hasil ke Layanan Publik
-
Gunakan peta dalam laporan, dashboard web‐GIS atau presentasi ke pemangku kepentingan.
-
Pastikan peta dilengkapi interpretasi: “Warna merah menunjukkan wilayah dengan akses layanan rendah”.
-
Hubungkan ke kegiatan layanan publik yang relevan (contoh: program penambahan fasilitas, rute layanan mobile).
Tips Penting dan Praktis untuk Pemula
-
Mulailah dengan tema yang sederhana dan wilayah yang terbatas agar cepat menghasilkan output.
-
Gunakan data terbuka (open data) jika data internal masih terbatas.
-
Simpan versi proyek secara berkala agar jika ada kesalahan bisa kembali ke versi sebelumnya.
-
Pelajari plugin QGIS yang relevan seperti QuickMapServices untuk menambahkan basemap, atau InaSAFE untuk analisis risiko.
-
Pastikan peta tematik mudah dibaca oleh non-spesialis (pengguna layanan publik) — hindari terlalu banyak warna atau klasifikasi yang membingungkan.
-
Hubungkan peta tematik dengan sasaran layanan publik agar hasilnya tidak sekadar visual tetapi berdampak. Misalnya instansi yang sudah mengikuti pelatihan “Training Peta Tematik dan SIG untuk Peningkatan Pelayanan Publik” akan lebih siap menggunakan output peta secara nyata.
Studi Kasus Ringkas: Desa dan Pelatihan QGIS
Di Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, telah dilaksanakan pelatihan peta desa menggunakan QGIS untuk pemula. Pemerintah kecamatan melibatkan desa-desa agar sadar akan pentingnya informasi geospasial dan menggunakan QGIS dalam pemetaan wilayah.
Hasilnya, desa-desa memperoleh kemampuan untuk membuat peta tematik lokal yang kemudian digunakan dalam musrenbangdes (musyawarah perencanaan pembangunan desa) agar layanan dan intervensi pembangunan lebih tepat lokasi.
Konteks ini menunjukkan bahwa penguasaan teknik peta tematik + QGIS bukan hanya untuk SKPD kota/kabupaten besar, tetapi juga untuk tingkat desa/kelurahan.
Integrasi dengan Program Pelatihan Pilar
Panduan ini menjadi salah satu artikel turunan yang mendukung artikel pilar “Training Peta Tematik dan SIG untuk Peningkatan Pelayanan Publik”. Dengan membaca dan mengikuti langkah-langkah ini, instansi/peserta pelatihan akan memiliki kerangka teknis yang konkret sebelum atau setelah mengikuti program pelatihan tersebut.
Training Peta Tematik dan SIG untuk Peningkatan Pelayanan Publik (gunakan anchor text tersebut sesuai kebutuhan situs Anda).
FAQ (Pertanyaan Umum)
1. Apakah QGIS cocok untuk pemula dan instansi kecil?
Ya. QGIS sangat cocok untuk pemula karena gratis, dukungan komunitasnya kuat dan tutorial dalam bahasa Indonesia sudah banyak tersedia.
2. Tema peta apa yang paling cocok untuk pemula?
Sebaiknya pilih tema sederhana seperti “sebaran fasilitas publik”, “akses sekolah”, “zona rawan bencana” dengan wilayah terbatas, agar data dan analisis tidak terlalu kompleks.
3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat peta tematik pertama?
Jika data sudah tersedia dan perangkat siap, seorang pengguna pemula dapat menghasilkan peta tematik dasar dalam 1–2 hari praktik intensif.
4. Data apa yang sering menjadi hambatan dalam proyek peta tematik?
Seringkali data spasial tidak tersedia atau tidak lengkap, data atribut tertinggal, format berbeda-beda, atau proyeksi koordinat tidak konsisten, yang mempengaruhi kualitas peta.
Jika Anda siap untuk memperkuat kapasitas tim dan menghasilkan peta tematik yang berdampak, silakan hubungi kami untuk penjadwalan pelatihan dan paket lengkap.