Kebijakan Satu Peta (One Map Policy) merupakan salah satu agenda strategis nasional yang bertujuan menyatukan seluruh data geospasial tematik di Indonesia agar memiliki referensi yang sama, akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Memasuki tahun 2026, implementasi Kebijakan Satu Peta semakin diperkuat melalui regulasi, penguatan kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi geospasial yang lebih terbuka dan terintegrasi.

Dalam konteks inilah Pelatihan QGIS & Web GIS menjadi sangat relevan. QGIS sebagai perangkat lunak open source yang kuat dan fleksibel, dipadukan dengan teknologi Web GIS, mampu menjadi solusi strategis bagi kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan organisasi sektor publik lainnya dalam mengelola, menganalisis, serta menyajikan data geospasial sesuai standar Kebijakan Satu Peta.

Kebijakan Satu Peta: Fondasi Tata Kelola Data Geospasial Nasional

Kebijakan Satu Peta lahir sebagai jawaban atas permasalahan klasik pengelolaan data spasial di Indonesia, seperti tumpang tindih peta, perbedaan skala, ketidaksinkronan data sektoral, serta konflik pemanfaatan ruang.

Melalui Kebijakan Satu Peta, pemerintah menetapkan bahwa seluruh data geospasial harus:

  • Menggunakan satu referensi geospasial nasional
  • Mengacu pada standar yang sama
  • Dikelola dalam satu sistem yang terintegrasi
  • Dapat diakses lintas sektor dan lintas wilayah

Pada tahun 2026, Kebijakan Satu Peta tidak lagi hanya berfokus pada konsolidasi data, tetapi juga pada pemanfaatannya untuk pengambilan keputusan strategis, perencanaan pembangunan, pengendalian pemanfaatan ruang, dan transparansi publik.

Pelatihan QGIS & Web GIS untuk Mendukung Kebijakan Satu Peta Terbaru 2026

  1. Pelatihan QGIS Dasar untuk Integrasi Data Geospasial dalam Kebijakan Satu Peta
  2. Pelatihan QGIS Lanjutan: Analisis Spasial untuk Perencanaan Wilayah Berbasis Kebijakan Satu Peta
  3. Pelatihan Web GIS Menggunakan QGIS Server untuk Implementasi Kebijakan Satu Peta
  4. Pelatihan Integrasi Materi Data BIG, ATR/BPN, dan OPD
  5. Info Pelatihan Untuk Penyusunan Peta Tematik Sektoral Sesuai Standar Kebijakan
  6. Pelatihan Terbaru Untuk Validasi dan Harmonisasi Data Geospasial Menggunakan QGIS
  7. Pelatihan Web GIS Interaktif untuk Transparansi Data Spasial Pemerintah Daerah
  8. Pelatihan QGIS untuk Monitoring & Evaluasi Program Pembangunan Berbasis Peta
  9. Pelatihan Pembangunan Geoportal Daerah Berbasis Web GIS 2026
  10. Pelatihan Pemanfaatan GIS untuk Pengambilan Keputusan Strategis Pemerintah

Peran Strategis QGIS dalam Implementasi Kebijakan Satu Peta

QGIS (Quantum Geographic Information System) merupakan perangkat lunak GIS open source yang telah digunakan secara luas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam konteks Kebijakan Satu Peta, QGIS memiliki peran strategis karena:

  • Mendukung berbagai format data geospasial nasional
  • Memiliki kemampuan analisis spasial yang komprehensif
  • Fleksibel untuk integrasi data sektoral
  • Tidak bergantung pada lisensi berbayar

Dengan pelatihan yang tepat, QGIS dapat digunakan untuk menyusun peta dasar, peta tematik, melakukan validasi data spasial, hingga menghasilkan output yang sesuai dengan standar Badan Informasi Geospasial (BIG).


Web GIS sebagai Penguat Transparansi dan Integrasi Data Spasial

Selain pengolahan data, tantangan besar Kebijakan Satu Peta adalah bagaimana data tersebut dapat diakses dan dimanfaatkan secara luas. Di sinilah Web GIS memainkan peran penting.

Web GIS memungkinkan:

  • Publikasi peta dan data spasial secara daring
  • Akses data lintas OPD dan instansi
  • Penyajian informasi spasial yang interaktif
  • Mendukung keterbukaan informasi publik

Pelatihan Web GIS berbasis QGIS Server atau teknologi sejenis menjadi kunci agar data hasil pengolahan QGIS dapat dimanfaatkan secara optimal dalam sistem pemerintahan digital.


Tujuan Utama Pelatihan QGIS & Web GIS untuk Kebijakan Satu Peta

Pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan praktis aparatur dan pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan Kebijakan Satu Peta secara nyata.

Tujuan utama pelatihan meliputi:

  • Meningkatkan pemahaman konsep Kebijakan Satu Peta
  • Menguasai penggunaan QGIS untuk pengelolaan data geospasial
  • Mampu melakukan analisis spasial untuk perencanaan wilayah
  • Mengembangkan Web GIS untuk publikasi dan integrasi data
  • Mendukung pengambilan kebijakan berbasis peta dan data

Sasaran Peserta Pelatihan

Pelatihan QGIS & Web GIS ini relevan bagi berbagai kalangan, antara lain:

  • Aparatur pemerintah pusat dan daerah
  • Staf Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, dan OPD teknis
  • Tim perencana wilayah dan tata ruang
  • Pengelola data geospasial instansi pemerintah
  • Tenaga teknis GIS dan IT pemerintahan

Materi Inti Pelatihan QGIS & Web GIS

Pengenalan Sistem Informasi Geografis dan Kebijakan Satu Peta

Peserta dibekali pemahaman dasar GIS, regulasi Kebijakan Satu Peta, peran BIG, serta keterkaitan GIS dengan perencanaan pembangunan nasional dan daerah.

Pengelolaan Data Geospasial Menggunakan QGIS

Materi ini mencakup:

  • Pengolahan data vektor dan raster
  • Sistem koordinat dan proyeksi peta
  • Penggabungan data dari berbagai sumber
  • Manajemen atribut dan metadata

Penyusunan Peta Tematik Sektoral

Peserta mempelajari teknik penyusunan peta tematik sesuai standar Kebijakan Satu Peta, seperti peta tata ruang, peta penggunaan lahan, peta infrastruktur, dan peta lingkungan.

Analisis Spasial untuk Perencanaan Wilayah

Analisis spasial menjadi inti pengambilan keputusan berbasis data. Materi meliputi:

  • Overlay dan buffering
  • Analisis kesesuaian lahan
  • Analisis dampak pembangunan
  • Pemodelan spasial sederhana

Validasi dan Harmonisasi Data Geospasial

Tahapan penting dalam Kebijakan Satu Peta adalah validasi dan harmonisasi data lintas sektor. Peserta dilatih untuk:

  • Mengidentifikasi konflik data spasial
  • Menyesuaikan skala dan referensi peta
  • Menyelaraskan data sektoral

Pengembangan Web GIS Berbasis QGIS Server

Materi Web GIS mencakup:

  • Konsep arsitektur Web GIS
  • Publikasi peta menggunakan QGIS Server
  • Integrasi data spasial ke dalam web
  • Pengelolaan layer dan akses pengguna

Contoh Kasus Nyata Implementasi Pelatihan

Studi Kasus Pemerintah Daerah

Sebuah pemerintah kabupaten mengalami tumpang tindih data antara peta tata ruang dan peta perizinan. Setelah mengikuti Pelatihan QGIS & Web GIS, tim teknis mampu:

  • Mengharmonisasi data lintas OPD
  • Menyusun peta tematik terintegrasi
  • Membangun Web GIS internal untuk koordinasi

Hasilnya, proses perizinan menjadi lebih cepat, konflik lahan berkurang, dan kualitas perencanaan meningkat.

Studi Kasus Perencanaan Infrastruktur

Dalam perencanaan jalan dan jaringan air bersih, analisis spasial menggunakan QGIS membantu menentukan trase optimal berdasarkan kondisi topografi, penggunaan lahan, dan risiko lingkungan.


Manfaat Strategis Pelatihan bagi Instansi

Aspek Manfaat
Tata Kelola Data Data spasial terintegrasi dan valid
Perencanaan Keputusan berbasis analisis spasial
Transparansi Akses data melalui Web GIS
Efisiensi Pengurangan duplikasi data
Kepatuhan Sesuai Kebijakan Satu Peta

Tantangan Implementasi dan Solusinya

Beberapa tantangan umum meliputi keterbatasan SDM, perbedaan standar data, dan minimnya integrasi sistem. Pelatihan ini dirancang sebagai solusi praktis dengan pendekatan studi kasus dan praktik langsung.


FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah pelatihan ini cocok untuk pemula?
Ya, materi disusun bertahap dari dasar hingga lanjutan.

2. Apakah QGIS wajib diinstal sebelum pelatihan?
Disarankan, namun akan dipandu dalam sesi awal.

3. Apakah pelatihan ini relevan untuk OPD non-teknis?
Relevan, terutama untuk pemahaman pemanfaatan data spasial.

4. Apakah hasil pelatihan dapat langsung diterapkan?
Ya, materi berbasis praktik dan studi kasus nyata.

5. Apakah pelatihan mencakup standar BIG?
Mencakup dan disesuaikan dengan Kebijakan Satu Peta.

6. Apakah Web GIS bisa diakses publik?
Dapat disesuaikan dengan kebutuhan instansi.


 


Mengembangkan kapasitas SDM dalam pengelolaan data geospasial merupakan investasi jangka panjang bagi keberhasilan Kebijakan Satu Peta. Melalui Pelatihan QGIS & Web GIS yang terstruktur, instansi pemerintah dapat memperkuat perencanaan, meningkatkan transparansi, serta mewujudkan pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan di era transformasi digital 2026.

Infomasi lebih lanjut hubungi Nomer Kami 0812 6660 0643

author-avatar

Tentang STUDIGIS

PT. Pusat Studi dan Konsultasi Nasional adalah perusahaan nasional yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), teknologi informasi dan Pelatihan GIS, berkedudukan di Jakarta Pusat. Sejak awal berdiri, perusahaan ini memiliki komitmen kuat untuk mendukung peningkatan kualitas dan kapasitas individu maupun organisasi melalui pelatihan profesional, pendampingan teknis, serta konsultasi strategis.